jurnal yang dibuat secara berkala

JURNAL YANG DIBUAT SECARA BERKALA
    Jurnal yang dibuat secara berkala terbagi menjadi 2(dua) jurnal,yaitu jurnal penyesuaian dan jurnal penutup. Kita akan membahas satu persatu jurnal tersebut.
A.jurnal penyesuaian
    Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir tahun atau akhir periode akuntansi. Tujuan dari pembuatan jurnal penyesuaian adalah untuk melakukan penyesuaian antara catatan dan kenyataan.
1.perlengkapan yang sudah dipakai ➡perlengkapan yang sudah habis dipakai      oleh perusahaan.
Contoh: Biaya pemakaian kertas                  selama satu tahun sebesar  Rp.300.000,00. Jurnal penyesuaian nya      adalah:
        Beban perlengkapan.      Rp.300.000,00
                  Perlengkapan.       Rp.300.000,00
  2.sewa dibayar dimuka ➡sewa yang               secara langsung pada awal periode             untuk jangka waktu tertentu. Ada dua         pendekatan dalam pencatatan sewa           dibayar dimuka, yaitu: pendekatan               neraca dan laba rugi.
     Contoh: pada tanggal 1 januari 2011           dibayar sewa untuk 3 tahun ke depan           sebesar Rp.9.000.000,00. Jurnal umum       pada awal transaksi:
     * pendekatan neraca, sewa untuk 3             tahun,kedepan ditulis sebagai sewa di         bayar di muka dengan jurnal:
          Sewa dibayar dimuka    Rp.9.000.000
                      Kas                      Rp.9.000.000
    * pendekatan laba rugi, sewa untuk 3          tahun ke depan ditulis sebagai beban          sewa dengan jurnal: 
                Beban sewa      Rp.9.000.000,00
                        Kas            Rp.9.000.000,00
         Pada akhir periode, perusahaan sudah menikmati atau menggunakan "jasa sewa" tersebut, untuk itu perlu dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut:
* pendekatan neraca ➡menurut pendekatan neraca "sesuatu" dapat dianggap sebagai "beban" bila sudah dinikmati. Dalam hal ini yang dinikmati adalah "sewa" berikut adalah jurnal nya:
    Beban sewa       Rp.3.000.000,00
        Sewa dibayar dimuka   Rp.3.000.000,00
    (Rp.9.000.000,00 : 3 tahun=Rp.3.000.000)
* Pendekatan laba rugi ➡ dalam pendekatan laba rugi ini,akun yang dicatat dalam jurnal penyesuaian adalah bagian yang belum dinikmati atau dipergunakan, sehingga jurnalnya sebagai berikut: 
        Sewa dibayar dimuka   Rp.6.000.000,00
                  Beban sewa        Rp.6.000.000,00
3.pendapatan yang diterima dimuka ➡ pendapatan yang sudah diterima dimuka (diawal), namun pengerjaan atau hasilnya belum dilakukan oleh perusahaan.ada 2(dua) pendekatan dalam pencatatan pendapatan yang diterima dimuka,yaitu pendekatan neraca dan laba rugi.
Contoh: pada tanggal 1 januari 2011 diterima pendapatan sebesar Rp.9.000.000,00, pendapatan yang diterima perusahaan tersebut merupakan pendapatan diterima dimuka dan perusahaan akan menyerahkan pekerjaan nya tersebut setiap bulan (selama 3 bulan)
Jurnal umum pada awal transaksi:
 *pendekatan neraca
     Kas                       Rp.9.000.000,00
        Pendapatan diterima dimuka  Rp.9.000.000,00
* pendekatan laba rugi
          Kas                     Rp.9.000.000,00
                Pendapatan       Rp.9.000.000,00


Jurnal penyesuaian pada akhir pengerjaan (setiap akhir bulan)
* pendekatan neraca 
   Pendapatan diterima dimuka Rp3.000.000
              Pendapatan    Rp 3.000.000
   (Rp 9.000.000 : 3 bulan=Rp 3.000.000
* pendekatan laba rugi
     Pendapatan      Rp 6.000.000
           Pendapatan diterima dimuka            Rp 6.000.000
4. Beban penyusutan ➡ merupakan beban yang terjadi karena pemakaian aktiva tetap.
Contoh: beban penyusutan peralatan tahun ini sebesar Rp 3.000.000,00 maka jurnalnya sebagai berikut:
   Beban penyusutan peralatan  Rp3.000.000
          Akum.peny.peralatan     Rp3.000.000
5.pendapatan yang masih harus diterima ➡ merupakan pendapatan yang belum diterima,namun pekerjaan sudah diselesaikan dan diserahkan kepada klien.
Maka: 
          Piutang pendapatan   Rp3.000.000
                Pendapatan        Rp3.000.000
   6.beban yang masih harus dibayar ➡ beban yang belum dibayar oleh perusahaan dan masih menjadi tanggungan.
Contoh: beban yang masih belum dibayar oleh perusahaan pada bulan desember 2010 adalah sebesar Rp 3.000.000,00 maka:
          Beban gaji         Rp 3.000.000,00
                  Utang gaji       Rp 3.000.000,00
7.lain-lain ➡ jurnal penyesuaian dibuat juga untuk mencatat kesalahan yang mungkin dibuat saat pencatatan transaksi,misalnya selisih antara rekening koran dan catatan pada perusahaan dan ternyata pendapatan bunga yang sudah dicetak oleh rekening koran Belum dicatat oleh perusahaan, sehingga pada akhir periode terdapat selisih antara rekening koran dan perusahaan. Itu sebabnya perlu dibuat penyesuaian.
Contoh: perusahaan ternyata belum mencatat pendapatan bunga deposito yang ada pada rekening koran sebesar Rp3.000.000,00 maka: 
      Kas        Rp3.000.000,00
          Pendapatan bunga     Rp3.000.000,00
B. Jurnal penutup 
        Jurnal yang digunakan untuk menutup (membuat saldonya menjadi 0) akun-akun nomina, yaitu pendapatan dan beban. Jurnal penutup dibuat pada akhir periode.



            

Postingan populer dari blog ini

jurnal penyesuaian (adjusting entries)

akuntansi penjualan konsinyasi oleh pengamanat

akuntansi penjualan konsinyasi pada komisioner